Friends or The Closing Night ?

Haloo semuanya …. Kembali lagi nih bertemu dengan aku lagi di ceritaku untuk yang ke-12 kalinya.. Horeee… Di tulisan kali ini, aku mau menceritakan tentang kegiatan yang baru aja diadain sama sekolahku nih.

Wahh kegiatan apa itu ? Jadiii baru saja pada tanggal 26-27 Oktober 2018, sekolahku mengadakan acara ekspreso (Ekspresi Seni dan Olahraga) tahunannya. Acara ekspreso tahun ini mengambil judul SPEX dengan tag line “Log-in to The New Era”. Tentu saja aku juga excited ya pastinya dan aku mendaftarkan diri menjadi rekrutan keamanan sebagai bentuk partisipasi kalau aku ikut mendukung acara sekolahku. Jadi saat hari H-1 dan H-2, tugas rekrutan keamanan itu dibagi menjadi 2 shift yaitu shift pagi dan shift siang. H-1 dan H-2, aku dapat keduanya di shift pagi tapi aku tetap mengikuti acara hingga selesai. Pada H-1, aku mendapat tugas di dekat lapangan voli jadi enak gitu karena aku bisa sambil menonton pertandingan voli.

Lalu pada shift siang, rencananya nih aku mau bantuin temen aku yang jaga di lapangan basket, tapi pas selesai shift 1, aku sangat sangat kepanasan jadi aku ke base camp rekrutan keamanan dulu deh yaitu di lab fisika. Di lab fisika itu dingin sekali jadi aku santai-santai bentar. Kata bentar itu jadi lama hehe karena satu dan dua hal. Pertama, di seberang lab fisika itu ada lomba science research jadi aku liat-liat dan icip-icip dulu dhe hasil project mereka. Lalu yang kedua, di lantai yang sama dengan lab fisika itu ada pameran dan technolite jadi pasti pengen dong liat-liat juga. Jadilah aku baru nemenin jaga di lapangan basket setelah 3 jam mungkin..

Pada H-2, aku juga dapet shift pagi di stand makanan lagi. Wah enak juga kan bisa sambil nyobain semua makanan yang ada hehehe. Abis itu, shift 2 aku tidak ada tugas nih jadi aku nemenin temenku yang jaga di ticketing. Tugas jaga di ticketing itu loh yang ngecek bag sama body check orang-orang yang baru dateng. Kami para rekrutan keamanan yang jaga di ticketing itu ga boleh ikut nonton closing night nya karena harus nungguin orang-orang yang barangnya disita dan belum diambil balik gitu. Nah bagi aku sih itu pengalaman tidak menyenangkannya. Karena pastinya semua orang pengen ikut nonton closing night acara SPEX ini apalagi ini tahun terakhirku bisa nikmatin acara ekspreso. Yang jaga di ticketing itu ada 2 orang yang ditugasin. Satu anak kelas 11 dan satu lagi temenku. Karena aku teman yang baik, aku ikut nemenin dia jaga meja ticketing padahal aku ga tugas shift malem jadi seharusnya aku bisa saja ikut nonton closing night nya yang ada itu loh Dipha Barus x Monica Karina.

Sad life kan gak bisa nonton mereka dhe… Jadinya kita bertiga gantian gitu buat ngeliat Dipha Barus x Monica Karina di aula SD. Tapi liatnya cuma sebentar aja karena harus balik lagi ke meja ticketing. Setelah kita semua udah ngeliat, kita semua anehnya merasa biasa saja seperti emang sih ga suka karena gak bisa nonton tapi setelah ngeliat sebentar seperti yaudah dhe relakan saja hahaha. Kalau aku sih sedikit tidak peduli karena jika kalian tau, aku orangnya itu jarang banget denger music bahkan jika ada orang nyanyi lagu yang lagi nge trend aja aku gak tau itu lagu apa. Jadi kesimpulannya, aku gak terlalu ada urge untuk nonton tapi bisa lah ini diambil sebagai salah satu pengalaman tidak menyenangkan dalam hidupku.

Sekian dulu ya fyends cerita kali ini.. Sampai jumpa di lain waktu !

Lessons That Are Liked and Disliked

Haiii semua !! Kembali bertemu dengan aku .. Cerita kali ini menarik loh karena aku akan menulis tentang ….. jeng jeng jeng pelajaran sekolah …

Sebenarnya aku tidak mempunyai pelajaran spesifik yang aku sukai atau tidak aku sukai karena pelajaran yang kusukai dulu tidak kusukai sekarang dan pelajaran yang tidak kusukai dulu jadi kusukai sekarang. Haha bingung ya.. Untuk bercerita tentang pelajaran tentu harus dimulai dari awal …

Pada saat aku kelas 3 dan 5 SD, aku tidak mempunyai pelajaran favorite ataupun pelajaran yang kubenci. Tetapi saat aku kelas 4 SD, aku sangat membenci pelajaran matematika karena nilaiku sangat sangat jelek. Lalu saat aku kelas 6 SD, aku menyukai pelajaran PKN dan IPS. Aku pun tidak tahu kenapa aku menyukai pelajaran itu.. Bisa jadi aku menyukainya karena guru IPS dan PKn, Ibu Lastri, dapat mengajar dengan cara yang aku suka. Cara yang kusuka itu tidak aneh-aneh, hanya cara yang dapat membuat aku mengerti dengan cepat saja. Aku hanya menyukai pelajaran IPS dan PKn saat kelas 6 saja, selanjutnya aku tidak tertarik pada kedua pelajaran tersebut lagi.

Di tingkat SMP kelas 7, aku tidak suka pelajaran kimia loh.. Dahulu cuma diperintahkan untuk menghafal unsur-unsur kimia saja sudah membuatku membenci kimia karena aku tidak berhasil menghafalkan nya HAHA lucu kan aku. Pelajaran kimia itu aku tempuh hanya di kelas 7 saja karena di kelas 8 dan 9, aku tidak ada pelajaran kimia. Lalu aku juga tidak menyukai pelajaran fisika. Alasannya sangat sederhana. Jadi di SMP ku dulu, hanya ada 1 guru fisika untuk 3 angkatan. Tentu sangat tidak ironis sekali bukan.. Karena itulah aku hanya mengerti pelajaran fisika kelas 7 saja. Saat kelas 8, angkatanku tidak kebagian guru fisika itu, jadi angkatan ku diajarkan oleh guru yang bernama Ibu Kristi dan Pak Simon…. Oke aku lupa cerita.. kelas 7 aku menggunakan kurikulum KTSP (2006) dan kelas 8 angkatan ku mengalami perubahan kurikulum menjadi kurikulum 2013 sehingga pelajaran kimia, fisika, biologi digabung menjadi satu pelajaran yang disebut pelajaran IPA.

Nah karena tiga mata pelajaran itu digabung menjadi satu maka cuma boleh 1 guru saja yang mengajar. Kelas ku dulu dapat Ibu Kristi. Ibu Kristi ini cuma bisa mengajar biologi jadi aku benar-benar tidak belajar fisika saat kelas 8. Lalu kelas sebelah yang diajarkan oleh Pak Simon masih mendapat fisika walaupun Pak Simon juga tidak begitu menguasai fisika dan hanya menguasai biologi saja. Pada kelas 9, aku kembali belajar fisika dan ketinggalan fisika selama 1 tahun membuat ku jadi tidak mengerti fisika sehingga aku jadi tidak suka fisika. Saat UN pelajaran IPA, aku masih beruntung karena bisa mengerjakan bagian biologi nya sehingga nilaiku tidak jelek-jelek sekali. Oh ya, aku lupa bercerita bahwa sejak kelas 7, aku mulai menyukai pelajaran matematika. Pelajaran matematika ini menjadi menarik bagiku karena aku bertekad untuk menyukai pelajaran ini sejak nilai raport matematika ku merah di kelas 4 SD.

Di tingkat SMA, tentunya aku masih menyukai pelajaran matematika walaupun terkadang aku tidak teliti dan mendapat nilai jelek sekalipun. Lalu selain matematika, aku juga mulai menyukai pelajaran kimia. Aku menyukai kimia hanya karena aku kesal pada diriku yang dulu yang tidak dapat menghafalkan unsur-unsur kimia yang pada saat ini sangat mudah kuhafalkan.

Sudah dulu ya cerita tentang perjalanan pelajaran yang kusukai dan tidak kusukai. Sampai kita bertemu lagi readers !!