Lessons That Are Liked and Disliked

Haiii semua !! Kembali bertemu dengan aku .. Cerita kali ini menarik loh karena aku akan menulis tentang ….. jeng jeng jeng pelajaran sekolah …

Sebenarnya aku tidak mempunyai pelajaran spesifik yang aku sukai atau tidak aku sukai karena pelajaran yang kusukai dulu tidak kusukai sekarang dan pelajaran yang tidak kusukai dulu jadi kusukai sekarang. Haha bingung ya.. Untuk bercerita tentang pelajaran tentu harus dimulai dari awal …

Pada saat aku kelas 3 dan 5 SD, aku tidak mempunyai pelajaran favorite ataupun pelajaran yang kubenci. Tetapi saat aku kelas 4 SD, aku sangat membenci pelajaran matematika karena nilaiku sangat sangat jelek. Lalu saat aku kelas 6 SD, aku menyukai pelajaran PKN dan IPS. Aku pun tidak tahu kenapa aku menyukai pelajaran itu.. Bisa jadi aku menyukainya karena guru IPS dan PKn, Ibu Lastri, dapat mengajar dengan cara yang aku suka. Cara yang kusuka itu tidak aneh-aneh, hanya cara yang dapat membuat aku mengerti dengan cepat saja. Aku hanya menyukai pelajaran IPS dan PKn saat kelas 6 saja, selanjutnya aku tidak tertarik pada kedua pelajaran tersebut lagi.

Di tingkat SMP kelas 7, aku tidak suka pelajaran kimia loh.. Dahulu cuma diperintahkan untuk menghafal unsur-unsur kimia saja sudah membuatku membenci kimia karena aku tidak berhasil menghafalkan nya HAHA lucu kan aku. Pelajaran kimia itu aku tempuh hanya di kelas 7 saja karena di kelas 8 dan 9, aku tidak ada pelajaran kimia. Lalu aku juga tidak menyukai pelajaran fisika. Alasannya sangat sederhana. Jadi di SMP ku dulu, hanya ada 1 guru fisika untuk 3 angkatan. Tentu sangat tidak ironis sekali bukan.. Karena itulah aku hanya mengerti pelajaran fisika kelas 7 saja. Saat kelas 8, angkatanku tidak kebagian guru fisika itu, jadi angkatan ku diajarkan oleh guru yang bernama Ibu Kristi dan Pak Simon…. Oke aku lupa cerita.. kelas 7 aku menggunakan kurikulum KTSP (2006) dan kelas 8 angkatan ku mengalami perubahan kurikulum menjadi kurikulum 2013 sehingga pelajaran kimia, fisika, biologi digabung menjadi satu pelajaran yang disebut pelajaran IPA.

Nah karena tiga mata pelajaran itu digabung menjadi satu maka cuma boleh 1 guru saja yang mengajar. Kelas ku dulu dapat Ibu Kristi. Ibu Kristi ini cuma bisa mengajar biologi jadi aku benar-benar tidak belajar fisika saat kelas 8. Lalu kelas sebelah yang diajarkan oleh Pak Simon masih mendapat fisika walaupun Pak Simon juga tidak begitu menguasai fisika dan hanya menguasai biologi saja. Pada kelas 9, aku kembali belajar fisika dan ketinggalan fisika selama 1 tahun membuat ku jadi tidak mengerti fisika sehingga aku jadi tidak suka fisika. Saat UN pelajaran IPA, aku masih beruntung karena bisa mengerjakan bagian biologi nya sehingga nilaiku tidak jelek-jelek sekali. Oh ya, aku lupa bercerita bahwa sejak kelas 7, aku mulai menyukai pelajaran matematika. Pelajaran matematika ini menjadi menarik bagiku karena aku bertekad untuk menyukai pelajaran ini sejak nilai raport matematika ku merah di kelas 4 SD.

Di tingkat SMA, tentunya aku masih menyukai pelajaran matematika walaupun terkadang aku tidak teliti dan mendapat nilai jelek sekalipun. Lalu selain matematika, aku juga mulai menyukai pelajaran kimia. Aku menyukai kimia hanya karena aku kesal pada diriku yang dulu yang tidak dapat menghafalkan unsur-unsur kimia yang pada saat ini sangat mudah kuhafalkan.

Sudah dulu ya cerita tentang perjalanan pelajaran yang kusukai dan tidak kusukai. Sampai kita bertemu lagi readers !!